Belakangan lagi hebih berita
tentang seorang PNS yang memukul pramugari perihal menyalakan telepon genggam
di dalam pesawat. Berita yang sangat menampar siapa aja yang berani
membahayakan nyawa orang lain hanya karena kepetingan pribadi – dalam hal ini
menggunakan handphone di dalam pesawat.
Minggu kemaren Tulang gue ke
Semarang lagi. Kali ini dia berangkat sendiri naik KA. Ada acara acara 7 bulan kehamilan sepupu gua
disana, yang notabene adalah keponakan Tulang gue. Sementara gue dan Nantulang
gue tinggal di rumah, kesepian dan kelaparan.
Setelah beberapa hari hidup tanpa
Tulang gue, akhirnya Tulang gue kembali ke rumah. Awalnya dia
pengin naik KA juga, tapi karena beberapa hal, akhirnya dia kembali ke Jakarta
dengan menggunakan pesawat.
Perlu diketahui bahwa kejadian
ini berlangsung tidak begitu lama setelelah Tulang gue beli hape baru, yaitu
Samsung Grand. Dan dia belum bisa mengoperasikan hape itu dengan baik. Bahkan
untuk membuka SMS yang masuk pun dia belum paham. Saat itu dia hanya bisa menjawab
panggilan dan membuat panggilan baru.
Setibanya Tulang gue di rumah,
kami langsung heboh sambil melihat bawaannya yang banyak banget. Ada Bandeng
Juwana, Bakpia yang-entah-dibeli-dimana, Tahu Baxo (literally), dan masih
banyak makanan kecil lainnya.
Waktu gue lagi asik buka
oleh-oleh yang dibawa, Tulang gue nyeletuk, “Gimana caranya mematikan hape ini
ya?”
“Ya gampang, Lang. Tingal pencet
tombol yang di sebelah kanan lama, trus pilih Matikan Daya”, kataku sambil
mempraktekkan di hapenya.
“Oh. Tulang gak tau.” Katanya.
“Tadi waktu mau Tulang matiin di pesawat, Tulang gak tau caranya. Jadinya
Tulang biarin aja gitu.”
Gue langsung nerhenti ngulik
oleh-oleh yang dibawa Tulang gue dan langsung mandang Tulang gue shock.
“Hah.. Tulang biarin hapenya
nyala?”
"Iya.” Jawabnya santai.
"Terus, Tulang gak diomelin ama pramugari?"
"Enggaklah, kan mereka gak tau."
"Iya.” Jawabnya santai.
"Terus, Tulang gak diomelin ama pramugari?"
"Enggaklah, kan mereka gak tau."
Kayaknya sih bukan karena mereka gak tau, tapi karena mereka takut diomelin ama Tulang gue yang mukanya sangar kayak orang Batak. Eh, emang orang Batah ya. Hehe
“Terus, pesawatnya gak apa-apa kan, Lang?
Parah. Untung aja gak terjadi apa-apa. Padahal kan lagi heboh banget tentang kejadian kecelakaan yang diakibatkan sinyal hape dalam pesawat.
Seharusnya dia bisa minta tolong
sama orang yang duduk disampingnya atau sama Flight Attendant. Ini malah diam
aja. Padahal peraturan penerbangan di Indonesia dengan jelas menyatakan bahwa
semua perangkat elektronik harus dimatikan selama penerbangan demi tidak
terganggunya sistem navigasi pesawat.
Tulang gue memang gitu orangnya.
Susah. Gak mau dianggap gaptek, padahal emang gaptek. Dan dia selalu
menghindari kegiatan yang dapat membuatnya malu, ya seperti bertanya itu.
Akhirnya, gue tunjukin cara matiin
hape yang baik dan benar ama dia. Gue juga kasih tau tentang fitur Flight Mode
yang ada di hapenya, biar dia bisa tetap menggunakan hapenya untuk
jeprat-jepret di dalam pesawat tanpa mengganggu suistem navigasi pesawat.
Mudah-mudahan kedepannya dia gak membahayakan
nyawa orang lagi.
---
Mulai sekarang, harus hati-hati
kalau naik pesawat bareng Tulang gue.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar